Rabu, 14 Mei 2014

Laporan Biodas Morfologi Tumbuhan



MORFOLOGI TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

TINJAUAN PUSTAKA

Monokotil mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki kotiledon tunggal (berkeping biji tunggal), batang bagian atas tidak bercabang. Umumnya berdaun tunggal, kecuali pada golongan palma (kelapa, palem) dengan tulang daun melengkung atau sejajar. Jaringan xilem dan floem pada batang dan akar tersusun tersebar dan tidak berkambium.Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 3, bentuk tidak beraturan dan berwarna tidak menyolok.  Dikotil mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki 2 kotiledon (berkeping biji dua). Daun dengan pertulangan menjari atau menyirip. Batangnya berkambium, oleh karena itu mengalami pertumbuhan sekunder. Pembuluh xilem dan floem tersusun melingkar (konsentris). Akar berupa akar tunggang ujung akar lembaga tidak dilindungi selaput pelindung. Jumlah bagian-bagian bunga berkelipatan 4 atau 5 ( Anshori dan Hartono, 2009).
Dapat diketahui  juga bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil dan monokotil terletak pada berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur (Aryuliyana, 2004).

















PEMBAHASAN

Tumbuhan monokotil merupakan bagian dari tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Salah satu contoh tanaman monokotil adalah jagung(Zea mays), keadaan morfologi tumbuhan jagung dapat dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Jagung adalah tanaman semusim yang mengambil masa lebih kurang 3 bulan untuk matang.
2.      Akar sokong pada pangkal batang menolong menyokong pokok.
3.      Batang runggal, berbentuk silinder, panjang dan ditutupi dengan upih daun dan mempunyai buku yang lebih rapat dekat pada pangkal.
4.      Daun tirus dan panjang dengan urat yang selari.
5.       Rambut jagung (jambak bunga jantan) yang terdapat di hujung batang pokok menghasilkan biji-biji debunga sebelum bunga betina matang.
6.      Tongkol yang terdapat di ketiak daun pokok matang mengandungi biji benih jagung.
7.       Jambak bunga betina (stil) yang panjang dan berupa sutera terdapat di tongkol muda dan menerima cepu bunga jantan.
8.       Pembuahan adalah dibantu oleh angin.
9.       Biji atau kernal mengandungi tiga bahagian yaitu, perikarpa, endosperma dan embrio.

Selain tumbuhan monokotil, juga ada tumbuhan dikotil, salah satu contoh tumbuhan dikotil adalah kacang hijau (Phaseolus radiatus), yang keadan morfologinya dapat di jelaskan sebagai berikut:
1.      Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya.cabangnya menyamping pada batang utama, berbentuk bulat, dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau ada yang ungu.
2.      Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua.
3.      Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
4.      Polong kacang hijau berbentuk silendris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau cokelat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
5.      Biji kacang hijau lebih kecil disbanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengkilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat, dan hitam.
6.      Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.

Antara tumbuhan monokotil dan dikotil terdapat beberapa perbedaan, antra lain yaitu dapat kita lihat pada tabel berikut ini:
Monokotil
Dikotil
1.      Memiliki sistem akar serabut
2.      Bentuk sumsum atau pola tulang daun melengkung atau sejajar
3.      Ada tudung akar / kaliptra
4.      Memiliki 2 kotiledon
5.      Tidak terdapat cambium
6.      Jumlah kelopak bunga umumnya kelipatan tiga
7.      Ditemukan batang lembaga / koleoptil  dan akar lembaga / keleorhiza
8.      Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

1.      Memiliki sistem akar tunggang
2.      Bentuk sumsum atau pola tulang daun menyirip atau menjari
3.      Tidak terdapat ada tudung akar
4.      Memiliki 1 kotiledon
5.      Ada cambium
6.      Jumlah kelopak bunga umumnya kelipatan empat atu lima
7.      Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
8.      Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

Selain jagung, juga ada padi yang juga merupakan tumbuhan monokotil yang keadaan morfologinya dapat kita jelaskan sebagai berikut:
1.      Mempunyai akar serabut
2.      Batang padi tersusun dari rangkaian ruas-ruas dan antara ruas yang satu dengan ruas yang lainnya dipisahkan oleh sesuatu buku . ruas batang padi di dalamnya beringga dan bentuknya bulat.
3.      Daun terdiri dari : helai daun berbentuk memanjang seperti pita dan pelepah daun yang menyelubungi batang.

Selain kacang hijau, juga ada tumbuhan mangga yang merupakan tumbuhan dikotil pula. Yang keadaan morfologinya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, dari cabang akar ini tumbuh cabang kecil-kecil, cabang kecil ini ditumbuhi bulu-bulu akar yang sangat halus.
2.      Bentuk batang mangga tegak, bercabang agak kuat, daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang. Kulitnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna kulit yang sudah tua biasanya coklat keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam.
3.      Daun terdiri dari dua bagian, yaitu tangkai daun dan badan daun. Badan daun bertulang dan berurat-urat, antara tulang dan urat tertutup daging daun.

Berikut beberapa saran untuk pertanian di Indonesia terutama di Aceh:
1.      Lebih ditingkatkan lagi sosialisasi tentang pertanian organik kepada masyarakat.
2.      Mengadakan pemberian penyuluhan tentang teknologi pertanian kepada para petani.
3.      Pemberian modal kepada para petani.
4.      Ditingkatkan nya kelembagaan usaha dan kelembagaan tani.
5.      Para lulusan pertanian seharusnya mengabdikan dirinya di sektor pertanian dan mengabdikan ilmu yang sudah didapat di perguruan tinggi untuk memajukan pertanian Indonesia khususnya Aceh, bukannya di sektor lain seperti di sektor perbankkan.
6.      Dll.







DAFTAR PUSTAKA

Anshori, Moch dan Martono, Joko. 2009. Biologi untuk Sekolah Menengah  Atas (SMA)- Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Aryuliyana, Diah dkk. 2004. Biologi SMA XI. Erlangga, Surabaya.